Jumat, 20 Juli 2012

KEKERABATAN ULUN MAANYAN


 KEKERABATAN DAN PERNIKAHAN ULUN MAANYAN
BY
Hadi Saputra Miter

Keluarga Ma'anyan tahun 1950

Ulun ma’anyan pada umumnya menganut system ambilinieal untuk menghitung system kekerabatannya. Dimana system ini yaitu menghitung runut keluarganya dari pihak laki-laki. Dalam aturan ulun Ma’anyan pernikahan yang dianggap tabu adalah pernikahan tutur sumbang (incest) kalau itu terjadi maka itu dianggap aib maka aka nada sangsi adat dan sangsi sosial. Untuk sangsi adat pada masa lalu yaitu disuruh merangkak dan makan di dulang (tempat makan babi) dan sangsi social maka ia akan dijauhi oleh masyarakat dan menjadi bahan gossip.

Diagram kekerabatan ulun Ma'anyan

Begitu pula kalau ada yang memiliki anak di luar nikah maka akan disebut dengan Ngampang, hal tersebut juga sangat memalukan sehingga akan dikenakan sangsi social dan adat juga. Dalam pergaulannya muda-mudi dipersilahkan untuk bergaul namun tetap saja didalam pengawasan dari orang tua. Kalau ketahuan berdua-duaan ditempat sepi dan diluar kewajaran maka akan didanda atau juga biasa disebut dengan wuah sihala atau dipaksa menikah dihadapan tetua adat.

Wanita adalah sesuatu yang berharga
Untuk mendapatkan seorang gadis bukan hal yang gampang, seorang laki-laki harus membawa orang tua dan walinya (asbah) untuk menanyakan kesediaan orang tua si gadis. Untuk bisa menuju pelaminan yang pemuda diminta menyediakan jujuran (mas kawin), dan juga bersedia untuk memberikan hadiah kepada kaka dari sang gadis sebagai ijin melewati (pinangkahan). Serta tidak lupa menutup kepala (tutup huban) kepada nenek atau kakek sigadis sebagai lambang penghormatan terhadap orang tua.
 Pernikahan Ulun Ma'anyan tahun 1938 foto koleksi Basel Mission


Pernikahan modern Ulun Ma'anyan


Namun ada juga perkawinan yang mengambil jalan pintas yaitu ijari (kawin lari) laki-laki dan perempuan persama-sama memutuskan untuk dinikahkan kepada tetua adat yang berpengaruh. Namun ijari bukan berarti keduanya sudah sah, keduanya tetap belum sah sampai diapnggil kedua orang tua wali dan menyepakati pernikahan kedua muda-mudi ini.

Pergeseran makna
                Diera modern system kekerabatan ulun maanya juga terjaga dengan baik, walaupun karena berjauh-jauhan kadang antara sepupu-dengan sepupu, bisa tidak saling mengenal dengan akrab lagi. Baru saling mengenal kalau ada event-event keluarga seperti perkawinan, sukuran, atau bahkan kematian.



2 komentar:

  1. maeh ina ....uma ninung lah he he

    http://suwung-harapandie92.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. tarima kasih haut ganta pulaksanai, tabe nelang hormat...

    BalasHapus